Halo, perkenalkan saya Aprilyan Dhani Wagiyondi Putra , saya berasal dari Situbondo, saat ini sedang menempuh pendidikan di jurusan Teknologi Informasi . Di balik kesibukan kuliah, saya juga menjalani aktivitas sebagai seorang peternak kambing dan petani buah naga . Kegiatan ini bukan hanya sekadar pekerjaan, tapi juga bagian dari gaya hidup yang saya pilih sebagai generasi muda desa yang ingin tetap produktif dan mandiri. Saya memelihara sekitar 10-20ekor kambing , yang saya beri makan menggunakan rumput odot fermentasi dan rumput liar yang ada di sekitar lingkungan tempat saya tinggal . Di sisi lain, saya juga mengelola kebun buah naga, namun perkebunan buah naga yang saya kelola masih baru berjalan sekitar 2 tahun. S Meski sibuk di lapangan, saya tetap fokus kuliah dan terus belajar teknologi, karena saya percaya bahwa anak desa juga bisa melek digital dan sukses di dunia nyata . Blog ini saya buat sebagai wadah untuk berbagi kisah, pen...
Kotoran kambing sering kali dianggap sebagai limbah yang mengganggu. Padahal, jika dikelola dengan benar, limbah ini dapat diubah menjadi pupuk kompos yang sangat berguna bagi tanaman. Pupuk kompos dari kotoran kambing kaya akan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium , yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Namun, kotoran kambing tidak bisa langsung digunakan karena masih "panas" dan bisa merusak tanaman. Oleh karena itu, proses pengomposan menjadi langkah penting untuk menjadikan kotoran kambing sebagai pupuk yang aman, bermanfaat, dan ramah lingkungan. Alat dan Bahan: Kotoran kambing (bisa dicampur dengan sedikit urin) Jerami, daun kering, sekam, atau serbuk gergaji (sebagai bahan kering) Bekatul (bila ada) EM4 (atau starter kompos lain) Air secukupnya Cangkul atau alat pengaduk Terpal atau wadah tertutup Langkah-langkah Membuat Pupuk Kompos Kumpulkan kotoran kambing dan bahan kering seperti jerami atau sekam. Campurkan hingga merat...
Komentar
Posting Komentar